Start Again

Mulai lagi beres-beres dan menyiapkan berkas pendaftaran buat seleksi komisioner Bawaslu tingkat kabupaten. Lumayan banyak yang harus dipersiapkan, dan jangan tanyakan biaya yang harus sedia meski tetap saja semuanya akan saya ceritakan dalam rincian jejak perjalanan baru ini.

Pernah ada yang bertanya, "kok nggak merasa puas?" Wah itu pertanyaan yang tidak memiliki jawaban karena pertanyaannya kurang tepat, harusnya mulai dari pertanyaan semisal, "kenapa memperjuangkan hal seperti itu?" Pertanyaan yang saya jadikan contoh ini bisa saya jawab dengan banyak poin jawaban. Sangat berbeda antara pertanyaan yang satu dengan pertanyaan contoh ini, bukan? Yang satu bukanlah pertanyaan melainkan penghakiman, bahkan meski sipenanya mendapatkan jawaban dari yang ditanya pun, dia akan tetap dengan rentetan pertanyaan dan argumennya bahwa yang ditanya dalam kondisi tidak bersyukur (puas dengan jabatan yang sekarang).

Well, tentu saja ini berdasarkan pengalaman, bukan prasangka tanpa bukti. Karena itu saya lebih senang diam dari riuh, atau memilih hanya menjawab pertanyaan itupun tidak semua tanya membutuhkan jawab. Selebihnya, senyumin aja dan itu sudah cukup.

Mulai dari nol. Hmm nggak juga sih. Alhamdulillah ada beberapa berkas yang sudah sedia, jadi tinggal berkas-berkas lainnya semisal surat keterangan sehat rohani. Beberapa hari lalu dibantu teman yang bekerja di puskesmas kota untuk membuatkan surat keterangan sehat rohani, menurutnya banyak anggota dewan yang membuat surat tersebut disana. Tapi ternyata untuk seleksi komisioner mah tidak berlaku, harus surat dari rumah sakit umum yang lebih besar dengan tanda tangan psikiater, tentunya setelah pemeriksaan dari psikiater.

Hari ini kang Wawan insyaAllah akan menjalani pemeriksaan itu, tepatnya di RS SMC Singaparna. MasyaAllah semoga diberkahi dan Allah mudahkan.

Catatan ini akan menjadi awal dari rangkaian catatan perjalanan Akang insyaAllah.

Balananjeur, Senin, 5 Juni 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesehatan Rohani

Ke Gobras